Skip to main content

NILAI STASIONER, FUNGSI NAIK DAN FUNGSI TURUN

Fungsi Naik dan Fungsi Turun

Secara al-jabar pengertian fungsi naik dan fungsi turun adalah sebagai berikut:

Fungsi y = f(x) dikatakan naik pada interval a < x < b, apabila untuk setiap pasangan x₁ dan x₂ dalam interval a < x < b, dengan x₁ < x₂ berlaku f(x₁) < f(x₂).

Fungsi y = f(x) dikatakan turun pada interval a < x < b, apabila untuk setiap pasangan x₁ dan x₂ dalam interval a < x < b, dengan x₁ < x₂ berlaku f(x₁) > f(x₂).

secara geometris turunan pertama pada suatu titik tertentu dapat ditafsirkan sebagai gradien garis singgung kurva pada titik tersebut. Jika garis singgung condong ke kanan maka gradiennya akan bernilai positif atau ƒ′(x₀) > 0 sedangkan jika garis singgung condong ke kiri maka gradiennya akan bernilai negatif atau   ƒ′(x₀) < 0  

Perhatikan bahwa jika fungsi naik, maka garis-garis singgung pada interval tersebut akan condong ke kanan, dan jika fungsi turun, maka garis-garis singgung pada interval tersebut akan condong ke kiri.

Contoh Soal:

1. Interval x yang membuat kurva fungsi f(x)=x36x2+9x+2 selalu turun adalah 

Diketahui f(x)=x36x2+9x+2, sehingga turunan pertamanya adalah f(x)=3x212x+9.
Kurva f(x) selalu turun jika diberi syarat f(x)<0.
3x212x+9<0Kedua ruas dibagi dengan 3x24x+3<0(x3)(x1)<01<x<3
Jadi, interval x yang membuat kurva fungsi f(x) selalu turun adalah 1<x<3

2. Grafik fungsi p(x)=x(6x)2 tidak pernah turun dalam interval 

Diketahui p(x)=x(6x)2. Turunan pertama p(x) dapat dicari secara manual dengan menjabarkan seperti berikut (pangkatnya masih kecil, sehingga masih sangat memungkinkan untuk dijabarkan).
p(x)=x(6x)2=x(3612x+x2)=36x12x2+x3p(x)=3624x+3x2
Grafik fungsi p(x) tidak pernah turun jika diberi syarat p(x)0.
3624x+3x20Kedua ruas dibagi dengan 3x28x+120(x2)(x6)0x2 atau x6
Jadi, interval x yang membuat grafik fungsi p(x) tidak pernah turun adalah x ≤ 2 dan x ≥ 6 


Nilai stasioner 

dalam hal khusus, apabila f'(x₀) = 0  maka f(x) disebut stasioner di titik = x = x₀, nilai f(x₀) karena hal tersebut disebut nilai stasioner f(x) pada x = x₀, dan titik (x₀, f(x₀)) disebut titik stasioner.

Contoh soal :

 f(x) = 3x2 – 6x + 5 → f '(x) =6x – 6

Nilai stasioner diperoleh jika f '(x) = 0 sehingga :

f '(x) = 0
6x – 6 = 0
x = 1.
f(1) = 3.12 – 6. 1 + 5 = 2

Jadi, nilai stasioner f(x) = 3x2 – 6x + 5 adalah f(1) = 2


Contoh soal pilihan ganda dan pembahasannya yang berhubungan dengan nilai stasioner, fungsi naik dan fungsi turun

Nomor 1
Grafik fungsi y = x2 + 4x + 1 naik pada interval...
A.x ≥ - 2
B. x > - 2
C. x ≤ - 2
D. x < - 2
E. x > 2

Pembahasan
Fungsi naik jika F1(x) > 0, sehingga kita turunkan fungsi y = x2 + 4x + 1
y1 = 2x + 4 > 0
2x > -4
x > - 2
Jawaban: B


Nomor 2
Fungsi y = 1/3 x3 - 3x2 + 8x + 5 akan naik pada interval...
A. - 2 < x < 4
B. 2 < x < 4
C. x < 2 atau x > 4
D. x < - 4 atau x < 2
E. x < -2 atau x > 4

Pembahasan
Syarat fungsi naik adalah F1(x) > 0 sehingga kita turunkan fungsi y pada soal diatas.
y1 = x2 - 6x + 8 > 0  (karena berbentuk kuadrat, kita faktorkan)
        (x - 4) (x - 2) > 0
        x = 4 atau x = 2  > 0
Periksa kapan x = 4 naik dan x = 2 naik.
x = 4 ( ganti x = 5 atau yang lebih besar dari 4 pada y1, kemudian lihat hasilnya, jika hasilnya > 0 maka fungsi naik setelah 4, jika < 0 berarti fungsi naik sebelum x = 4)
x = 4 maka y1 = 52 - 6 . 5 + 8 = 16 - 24 + 8 = 3 (> 0) berarti fungsi naik setelah x = 4 atau x > 4.
Periksa x = 2 (ganti x = 2 atau yang lebih besar dari 2 pada y1, kemudian lihat hasilnya, jika hasilnya > 0 maka fungsi naik setelah 2, jika < 0 berarti fungsi naik sebelum x = 2)
y1 = (3)2 - 6 . (3) + 8 = - 1 (< 0), berarti fungsi naik sebelum x = 2.
Jadi fungsi naik pada interval x < 2 atau x > 4
Jawaban: C


Nomor 3
Grafik fungsi y = x3 + 3x2 - 45 x turun pada interval...
A. - 5 < x < 3
B. - 3 < x < 5
C. x < - 5 atau x > 3
D. x < - 3 atau x > 5
E. x < 3 atau x > 5


Pembahasan
Syarat fungsi turun adalah F1(x) < 0 sehingga kita turunkan fungsi y pada soal diatas.
y1 = 3x2 + 6x - 45 < 0 atau 3(x2 + 2x - 15) (karena berbentuk kuadrat, kita faktorkan, 3 diabaikan saja)
(x - 3) (x + 5) < 0
x = 3 atau x = - 5 < 0
Periksa kapan x = 3 dan x = - 5 turun.
x = 3 ( ganti x = 2 atau yang lebih kecil dari 3 pada y1, kemudian lihat hasilnya, jika hasilnya < 0 maka fungsi turun sebelum x = 3, jika > 0 berarti fungsi turun setelah x = 3)
x = 2 maka y1 = 22 + 2 . 2 - 15 = 4 + 4 - 15 = - 7 (< 0) berarti fungsi turun sebelum x = 3 atau x < 3.
Periksa x = 5 (ganti x = - 6 atau yang lebih kecil dari - 5 pada y1, kemudian lihat hasilnya, jika hasilnya < 0 maka fungsi turun sebelum x = - 5, jika > 0 berarti fungsi turun setelah x = - 5)
y1 = (- 6)2 + 2 . (-6) - 15 = 9 (> 0), berarti fungsi turun setelah x = - 5 atau x > - 5.
Jadi fungsi turun pada interval - 5 < x < 3
Jawaban: A


Nomor 4
Nilai stasioner dari fungsi y = x3 - x2 - 8x diperoleh pada ...
A. x = 2 dan x = - 4/3
B. x = 4/3 dan x = 2
C. x = 4/3 dan x = - 2
D. x = 2/3 dan x = - 4
E. x = 4 dan x = - 2/3

Pembahasan
Syarat fungsi stasioner adalah F1(x) = 0, sehingga kita turunkan fungsi y pada soal diatas:
y1 = 3x2 - 2x - 8 = 0 (faktorkan)
       (3x + 4) (x - 2) = 0
        x = - 4/3 dan x = 2
Jawaban: A


Nomor 5
Grafik fungsi y = 1 / (x2 + 1) akan turun pada interval...
A. x < 0
B. x > 0
C. x < 2
D. x > 2
E. x < - 2

Pembahasan
Gunakan syaran fungsi turun F1(x) < 0, jadi kita turunkan fungsi y:
Misal:
U = 1 maka U1 = 0
V = x2 + 1 maka V1 = 2x
Jadi y1 = (U1 V - U . V1) / V2
y1 = (0 . x2 + 1 - 1 . 2x) / (x2 + 1)2
y1 = - 2x / (x2 + 1)2 < 0 (penyebut diabaikan saja)
- 2x < 0
x < 0
Jawaban: A

Comments

Popular posts from this blog

SOAL DAN PEMBAHASAN TRIGONOMETRI

Assalamualaikum wr. wb. Hallo teman - teman, Perkenalkan nama saya Deva Naufal Fadhilla kelas X IPS 2, no. Absen 11. Di blog ini saya akan menjelaskan tentang salah satu materi matematika, yaitu TRIGONOMETRI. KD.3.7  Menyelesaikan cara merubah satuan pengukuran sudut trigonometri radian ke derajat, derajat ke radian Satuan Derajat Satu derajat (1 ° ) adalah 1/360 putaran mengitari titik sudut. Ini sama halnya jika kita mengitari satu titik satu putaran penuh. Satu putaran penuh adalah 360 ° . Jika kita mengitari ¼ putaran artinya kita mengitari titik sudut sebesar ¼ x 360 °  yaitu 90 ° . Satuan Radian Perhatikan gambar lingkaran di bawah ini. Satu radian adalah ukuran sudut pusat lingkaran yang memotong busur  yang panjangnya sama dengan radius lingkaran.  Karena radian diukur dalam satuan radius (r) pada busur suatu lingkaran dan satu lingkaran penuh adalah 2 π r maka dalam satu lingkaran terdapat sudut 2 π  radian. 1 Radian Berapa Derajat?...

BARISAN DAN DERET GEOMETRI

 Deva Naufal Fadhilla (11) XI IPS 2 Barisan Geometri Baris geometri  adalah baris yang nilai setiap sukunya didapatkan dari suku sebelumnya melalui perkalian dengan suatu bilangan r. Perbandinganatau rasio antara nilai suku dengan nilai suku sebelumnya yang berdekatan selalu sama yaitu r. Sehingga: Sebagai contoh baris 1, 2, 4, 8, 16, merupakan baris geometri dengan nilai Untuk mengetahui nilai suku ke-n dari suatu barisan geometri dapat diketahui dengan mengetahui nilai suku ke-k dan rasio antar suku yang berdekatan (r). Rumusannya berikut ini: Jika yang diketahui adalah nilai suku pertama    dan rasio antar sukunya (r), maka nilai k = 1 dan nilai   adalah: Deret Geometri Deret geometri  adalah penjumlahan suku-suku dari suatu barisan geometri. Penjumlahan dari suku suku petama sampai suku ke-n barisan geometri dapat dihitung sebagai: Atau sebagai: Jika hanya diketahui nilai a adalah suku pertama dan nilai U n  adalah suku ke-n, maka nilai deret ...

PEMBUKTIAN MATEMATIKA

Deva Naufal F (10) XI IPS 2 Metode Pembuktian Matematika Logika dalam matematika? Pembuktian? seperti apa ya   maksudnya? Logika dalam matematika bisa diingat dan dipahami kembali materinya di  LOGIKA MATEMATIKA . Untuk pembuktian, ada beberapa cara untuk membuktikan dalam matematika yaitu: Pembuktian Langsung Kontraposisi (Tidak Langsung) Kontradiksi (Tidak Langsung) Induksi Berikut penjelasannya. PEMBUKTIAN LANGSUNG                                                                                    Pembuktian langsung adalah metode pembuktian yang  menggunakan alur maju . Mulai dari pendefinisian sampai menghasilkan kesimpulan. Gampangnya  sih , “kalau A maka B dan kalau B maka C”.  Nah , untuk menggunakan alur maju, maka pernyataan-pernyataan sebelumnya ...