Skip to main content

Logika Matematika dan contoh soal

Pengertian Logika Matematika

Logika matematika ialah suatu cabang logika dan matematika yang mengandung sebuah kajian matematis logika dan aplikasi kajian ini pada bidang-bidang lain di luar matematika.
Logika matematika ini berhubungan erat dengan bidang ilmu komputer dan logika filosofis. Tema utama dalam logika matematika ini antara lain yaitu sebagai kekuatan ekspresif dari logika dan kekuatan deduktif dari sistem pembuktianformal.
Logika matematika ini sering dibagi ke dalam cabang-cabang dari teori himpunan, teori rekursi, teori model, teori pembuktian dan teori matematika konstruktif.
Bidang-bidang ini masing-masing mempunyai hasil dasar logika yang serupa.

Hukum logika

1. Hukum komutatif, yaitu:
  • p∧q ≡ q∧p
  • p∨q ≡ q∨p
2. Hukum asosiatif, yaitu:
  • (p  ∧  q) ∧ r sama dengan p ∧ (q  ∧  r)
  • (p  ∨  q) ∨ r sama dengan p ∨ (q  ∨  r)
3. Hukum distributif, yaitu:
  • Apabila p∧(q∨r) maka sama dengan (p∧q)∨(p∧r)
  • Apabila p∨(q∧r) maka sama dengan (p∨q)∧(p∨r)
4. Hukum identitas, yaitu:
  • p ∧ B ≡  p
  • p ∨ S ≡  p
5. Hukum ikatan, yaitu:
  • p ∧ S ≡  S
  • p ∨ B ≡  B
6. Hukum negasi, yaitu:
  • p ∧ ~p ≡  S
  • p ∨ ~p ≡  B
7. Hukum negasi ganda, yaitu:
  • ~(~p) ≡  p
8. Hukum idempotent, yaitu:
  • p ∧ p ≡  p
  • p ∨ p ≡  p
9. Hukum De Morgan, yaitu:
  • ~(p ∧ q) ≡ ~p  ∨  ~q
  • ~(p ∨ q) ≡ ~p  ∧  ~q
10. Hukum penyerapan, yaitu:
  • p ∧ (p ∨ q) ≡  p
  • p ∨ (p ∧ q) ≡  p
11. Negasi B dan S, yaitu:
  • ~B ≡  S
  • ~S ≡  B
12. p → q ≡ ~p  ∨  q
13. p ↔ q ≡ (~p  ∨   q) ∧ (p ∨ ~q)
Didalam logika matematika, terdapat cara untuk mementukan nilai dari suatu pernyataan, baik bernilai benar ataupun bernilai salah.
Pernyataan itu sendiri juga terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:
  1. Pernyataan Tertutup (Kalimat Tertutup)
Pernyataan tertutup atau kalimat tertutup yaitu suatu pernyataan yang sudah memiliki nilai benar atau salah.
Contohnya:
“5 ialah bilangan genap”, kalimat tersebut bernilai salah karena yang benar seharusnya ialah “5 adalah bilangan ganjil”.
  1. Pernyataan Terbuka (Kalimat Terbuka)
Pernyataan terbuka atau kalimat terbuka ialah suatu pernyataan yang belum dapat ditentukan nilai kebenarannya karna adanya suatu perubah atau variabel.
Contoh logika matematika:
p(x): 3x+1 > 6, x \in \mathbb{R}
Ketika x = 1, maka p(1): 3(1) + 1 > 6 bernilai salah, dan
Ketika x = 2, maka p(2): 3(2) + 1 > 6 bernilai benar

Ingkaran atau Negasi dari suatu Pernyataan

Ingkaran atau negasi ialah kebalikan nilai dari suatu pernyataan itu sendiri, dimana ketika suatu pernyataan bernilai benar, maka negasinya bernilai salah dan saat suatu pernyataan bernilai salah, maka negasinya bernilai benar. Ingkaran atau negasi dari pernyataan p dilambangkan dengan simbol: \sim p.

Pernyataan Kuantor

Pernyataan kuantor ialah bentuk logika matematika yang berupa pernyataan yang memiliki kuantitas. Didalam pernyataan kuantor, pada umumnya terdapat kata semua, seluruh, setiap, beberapa, ada, dan sebagian.
Kata-kata yang senilai dengan seluruh, semua, setiap termasuk dalam kuantor universal dan kata-kata yang senilai dengan sebagian, beberapa, ada, adalah termasuk kedalam kuantor eksistensial.
Kuantor universal dan kuantor eksistensial saling beringkaran.
Contoh:
p : semua orang ialah sarjana (Kuantor universal)
\sim p : sebagian orang ialah tidak sarjana

Pernyataan Majemuk, Bentuk Ekuivalen dan Ingkarannya

Pernyataan Majemuk dalam ilmu matematika ialah beberapa pernyataan yang dapat dibentuk menjadi satu pernyataan dengan menggunakan kata penghubung logika seperti dan, atau, maka dan jika dan hanya jika.
Dalam logika matematika, kata hubung tersebut masing-masing memiliki lambang dan istilahnya sendiri, yaitu:
kata hubung pernyataan majemuk

Tabel Kebenaran Konjungsi

tabel kebenaran konjungsi
Dari tabel diatas dapat kita simpulkan bahwa sifat dari konjungsi ialah bernilai benar jika kedua pernyataan penyusun dari peryataan majemuk keduanya bernilai benar.

Tabel Kebenaran Disjungsi

logika matematika disjungsi
Berdasarkan tabel diatas maka dapat kita ambil simpulkan bahwa sifat dari disjungsi ialah bernilai salah jika kedua pernyataan penyusun dari peryataan majemuk keduanya bernilai salah.

Tabel Kebenaran Implikasi

tabel implikasiPada sifat implikasi ini, p \Rightarrow q, suatu p disebut sebagai hipotesa dan q sebagai konklusi. Maka pada implikasi ini akan menghasilkan nilai salah ketika konklusi salah dan hipotesa benar.

Tabel Kebenaran Biimplikasi

tabel biimplikasi
Pada sifat biimplikasi ini, suatu penyataan majemuk akan bernilai benar apabila kedua pernyataan penyusunnya bernilai sama, keduanya benar atau keduanya salah.

Tautologi dan Kontradiksi

Tautologi ialah pernyataan majemuk yang selalu benar untuk semua kemungkinan yang ada dan kontradiksi ialah kebalikannya, yaitu pernyataan majemuk yang bernilai salah untuk semua kemungkinan yang ada.

Bentuk Ekuivalen Pernyataan Majemuk

Pernyataan majemuk yang memiliki nilai sama untuk seluruh kemungkinannya disebut ekuivalen.
Notasi ekuivalen dalam logika matematika ialah “\equiv“.
Bentuk-bentuk pernyataan yang saling ekuivalen yaitu:
bentuk ekuivalen tabel kebenaran

Ingkaran Pernyataan Majemuk

Ingkaran Konjungsi= \sim (p \wedge q) \equiv \sim p \vee \sim q
Ingkaran Disjungsi= \sim (p \vee q) \equiv \sim p \wedge \sim q
Ingkaran Implikasi= \sim (p \Rightarrow q) \equiv p \wedge \sim q
Ingkaran Biimplikasi= \sim (p \Leftrightarrow q) \equiv (p \wedge \sim q) \vee (q \wedge \sim p)

Konvers, Invers dan Kontraposisi

Konvers, invers dan kontraposisi adalah merupakan bentuk lain dari implikasi, dimana pengertiannya masing-masing yaitu:Konvers dari p \Rightarrow q ialah q \Rightarrow p
Invers dari p \Rightarrow q ialah \sim p \Rightarrow \sim q
Kontraposisi dari p \Rightarrow q ialah \sim q \Rightarrow \sim p

Penarikan Kesimpulan Logika Matematika

Penarikan kesimpulan ialah konklusi dari beberapa pernyataan majemuk (premis) yang saling keterkaitan.
Dalam penarikan kesimpulan tersebut terdiri atas beberapa cara, yaitu:
penarikan kesimpulan logika matematika

Contoh Soal Logika Matematika

Soal 1:
Premis 1 : Apabila Andi rajin belajar, maka Andi juara kelas
Premis 2 : Andi  rajin  belajar
Kesimpulannya dari kedua premis diatas yaitu ….
Jawab:
Premis 1               :  p \Rightarrow q
Premis 2               :  p
Kesimpulan          :  q (modus ponens)
Maka, kesimpulannya ialah Andi juara kelas.
Soal 2:
Premis 1 : Apabila hari hujan, maka sekolah libur
Premis 2   : sekolah tidak libur
Kesimpulan dari kedua premis diatas yaitu ….
Jawab:
Premis 1               :  p \Rightarrow q
Premis 2               :  \sim q
Kesimpulan          : (modus tollens)
Maka, kesimpulannya ialah hari tidak hujan.

Comments

Popular posts from this blog

SOAL DAN PEMBAHASAN TRIGONOMETRI

Assalamualaikum wr. wb. Hallo teman - teman, Perkenalkan nama saya Deva Naufal Fadhilla kelas X IPS 2, no. Absen 11. Di blog ini saya akan menjelaskan tentang salah satu materi matematika, yaitu TRIGONOMETRI. KD.3.7  Menyelesaikan cara merubah satuan pengukuran sudut trigonometri radian ke derajat, derajat ke radian Satuan Derajat Satu derajat (1 ° ) adalah 1/360 putaran mengitari titik sudut. Ini sama halnya jika kita mengitari satu titik satu putaran penuh. Satu putaran penuh adalah 360 ° . Jika kita mengitari ¼ putaran artinya kita mengitari titik sudut sebesar ¼ x 360 °  yaitu 90 ° . Satuan Radian Perhatikan gambar lingkaran di bawah ini. Satu radian adalah ukuran sudut pusat lingkaran yang memotong busur  yang panjangnya sama dengan radius lingkaran.  Karena radian diukur dalam satuan radius (r) pada busur suatu lingkaran dan satu lingkaran penuh adalah 2 π r maka dalam satu lingkaran terdapat sudut 2 π  radian. 1 Radian Berapa Derajat?...

BARISAN DAN DERET GEOMETRI

 Deva Naufal Fadhilla (11) XI IPS 2 Barisan Geometri Baris geometri  adalah baris yang nilai setiap sukunya didapatkan dari suku sebelumnya melalui perkalian dengan suatu bilangan r. Perbandinganatau rasio antara nilai suku dengan nilai suku sebelumnya yang berdekatan selalu sama yaitu r. Sehingga: Sebagai contoh baris 1, 2, 4, 8, 16, merupakan baris geometri dengan nilai Untuk mengetahui nilai suku ke-n dari suatu barisan geometri dapat diketahui dengan mengetahui nilai suku ke-k dan rasio antar suku yang berdekatan (r). Rumusannya berikut ini: Jika yang diketahui adalah nilai suku pertama    dan rasio antar sukunya (r), maka nilai k = 1 dan nilai   adalah: Deret Geometri Deret geometri  adalah penjumlahan suku-suku dari suatu barisan geometri. Penjumlahan dari suku suku petama sampai suku ke-n barisan geometri dapat dihitung sebagai: Atau sebagai: Jika hanya diketahui nilai a adalah suku pertama dan nilai U n  adalah suku ke-n, maka nilai deret ...

MENGGAMBAR GRAFIK FUNGSI DENGAN TURUNAN PERTAMA DAN TURUNAN KEDUA

  Langkah - Langkah Menggambar Grafik Fungsi Menggunakan Turunan Berikut langkah-langkah mengambar grafik suatu fungsi menggunakan turunan : i). Menentukan titik potong (tipot) dengan sumbu-sumbu koordinat (sumbu X dan sumbu Y). Titik potong sumbu X, substitusi y=0y=0 . Titik potong sumbu Y, substitusi x=0x=0 . ii). Menentukan titik-titik stasioner dan jenisnya (titik balik minimum, titik balik maksimum, dan titik belok). iii). Menentukan titik bantuan lain agar grafiknya lebih mudah sketsa, atau bisa juga secara umum menentukan nilai yy untuk xx besar positif dan untuk xx besar negatif.Contoh : 1). Gambarlah grafik kurva y=3x2−x3y=3x2−x3. Penyelesaian : i). Menentukan titik potong pada sumbu-sumbu : *). Tipot sumbu X, substitusi y=0 y=0 y=0→y 0=3x2−x3 3x2−x3=0 x2(3−x) x=0 ∨ x =3 Sehingga titik potong sumbu X adalah (0,0) dan (3,0). *). Tipot sumbu Y, substitusi x=0 y=3x2−x3 = 3.02−03 = 0y = 3x2−x3 = 3.02−03 = 0 Sehingga titik potong sumbu Y adalah (0,0). ii). Men...